menu melayang

Selasa, 03 Oktober 2023

Kurikulum Merdeka: Menuju Pendidikan yang Berkelanjutan dan Inovatif

Pendekatan Pendidikan yang Perlu Dikoreksi

Pendidikan adalah pilar penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan individu. Namun, selama ini kita telah mengidentifikasi beberapa masalah dalam sistem pendidikan kita. Salah satunya adalah pendekatan puritanisme yang cenderung mendoktrin anak-anak tanpa memberikan ruang untuk dialog dan kreativitas. Anak-anak seringkali diberikan kurikulum yang harus diikuti dengan ketat, menghilangkan kebebasan untuk belajar dengan cara yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.
Selain itu, munculnya individualisme dalam pendidikan juga menjadi masalah serius. Praktek pendidikan yang mendorong peserta didik untuk berfokus hanya pada diri mereka sendiri, tanpa membangun kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain, telah menciptakan lingkungan yang kompetitif di mana suara satu sama lain tidak didengarkan. Dampak dari pendidikan yang terlalu individualistik ini bahkan dapat terlihat dalam persaingan bisnis yang menjadi sangat keras.


Kurikulum yang Terlalu Terpusat

Pendekatan pabrik dalam pendidikan juga menjadi bagian dari masalah ini. Semua sekolah diharuskan mengikuti kurikulum yang sama, yang dikendalikan secara ketat dari pusat. Hal ini menyebabkan kurangnya ruang untuk pengembangan kekhasan daerah atau satuan pendidikan. Aturan yang sama untuk semua daerah dan sekolah, tanpa mempertimbangkan kebutuhan lokal, telah menghambat pertumbuhan dan inovasi dalam pendidikan.

Kendala Pemikiran Ilmiah yang Terlalu Linier

Terlalu banyak pemikiran ilmiah yang linier dalam proses pembelajaran juga menjadi isu. Pembelajaran yang mekanistik dan terkotak-kotak dapat menghambat pengembangan karakter peserta didik. Pendidikan seharusnya bukan hanya tentang pencapaian hasil yang pasti, tetapi juga tentang pengembangan potensi dan karakter individu. Kami perlu melihat pendidikan sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar perhitungan matematis.

Menghadapi Tantangan Pendidikan Ke Depan

Untuk mengatasi masalah-masalah ini, perubahan mendasar dalam pengelolaan kurikulum, metode pembelajaran, dan pendidikan secara umum perlu diterapkan. Kami harus mencari cara untuk menggabungkan kekhasan lokal dengan kebutuhan nasional dalam pendidikan. Selain itu, kami harus mempromosikan pendekatan holistik yang mengakui banyak dimensi manusia, termasuk aspek sosial, emosi, dan psikomotorik. Pendidikan harus mendorong kolaborasi, kreativitas, dan pengembangan karakter. Kurikulum Merdeka adalah salah satu solusi yang akan kami bahas lebih lanjut dalam artikel selanjutnya, dan kami akan menjelajahi bagaimana Madrasah dapat berinovasi dan berkreasi dalam mengimplementasikannya untuk mencapai kesuksesan dalam pendidikan.

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel